Close
DKK JEPARA

Pembagian Wilayah Administratif

A.  KONDISI WILAYAH

1.  Keadaan Geografis dan Administratif Kabupaten Jepara

Kecamatan terluas adalah di Kecamatan Keling, dengan luas 123,116 km­2 atau 12.16% dari luas total Kabupaten Jepara, sedangkan Kecamatan Kalinyamatan mempunyai luas yang paling kecil  23,700 km2. Luas total Kabupaten Jepara 1.004.132 km2.

2.  Kondisi Topografi

Wilayah Kabupaten Jepara memiliki relief yang beraneka ragam, terdiri dari daerah dataran pantai yang tersebar di sepanjang pantai utara meliputi Kecamatan Kedung, Jepara, Mlonggo, Bangsri dan Keling, dataran rendah dan dataran tinggi di sekitar Gunung Muria dan Gunung Clering. 

Bagian daratan utama Kabupaten Jepara terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang merupakan kawasan pada lereng Gunung Muria. Kondisi ini menyebabkan sistem hidrologinya mengalir beberapa sungai besar yang memiliki beberapa anak sungai. Dimana karakteristik kontur wilayah, menyebabkan sungai mengalir dari daerah hulu di bagian timur dan selatan ke daerah hilir bagian utara dan barat.

Sungai-sungai besar tersebut antara lain Sungai Gelis, Keling, Jarakan, Jinggotan, Banjaran, Mlonggo, Gung, Wiso, Pecangaan, Bakalan, Mayong dan Tunggul. Berdasarkan karakteristik topografi wilayah, aliran sungai relatif dari daerah hulu di bagian timur (Gunung Muria) ke arah barat (barat daya, barat dan barat laut) yaitu daerah hilir (Laut Jawa). 

Kependudukan

B.  KEPENDUDUKAN

1.  Pertumbuhan Penduduk

Jumlah penduduk tahun 2016 sebanyak 1.205.801 jiwa, sedangkan tahun 2015 sebanyak 1.188.311 jiwa. Data yang didapat merupakan proyeksi dari jumlah penduduk pada tahun sebelumnya.

Jumlah rumah  tangga tahun 2016 sebesar 299.537 rumah tangga. Jumlah rumah tangga terbesar berada di Kecamatan Tahunan sebesar 27.662 rumah tangga dan terendah di Karimunjawa sebesar 2.621 rumah tangga. Sedangkan jumlah penduduk tertinggi  terdapat  di Kecamatan  Tahunan sebesar 116.475 jiwa dan yang terendah di Kecamatan Karimunjawa sebesar 9.328 jiwa. Rata-rata jumlah jiwa dibanding dengan jumlah rumah tangga adalah 4,03.

2.  Kepadatan Penduduk

Dengan luas wilayah sekitar 1.004,132 kilometer persegi yang dihuni oleh 1.205.801 orang, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Jepara adalah sebanyak 1201 orang per kilometer persegi. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah kecamatan Jepara, yaitu sebanyak 3630 orang per kilometer persegi, sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Karimunjawa sebanya 131 orang per kilometer persegi.

3.  Rasio Jenis Kelamin Penduduk

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari rasio jenis kelamin, yaitu perbandingan penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan per 100 penduduk.

Rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Jepara berdasarkan data BPS Kabupaten Jepara adalah sebesar 100,06%, yang artinya setiap 100 penduduk perempuan ada sekitar  100 atau 101 penduduk laki-laki (tabel 2).

4.  Komposisi Penduduk Menurut Golongan Umur

Struktur penduduk  Kabupaten Jepara menurut kelompok umur  dapat dapat dibedakan berdasarkan umur 0-4 tahun, 5-14 tahun, 15-44 tahun, 45-64 tahun dan >=65 tahun.

Berdasarkan gambar 2.3 jumlah penduduk terbesar adalah golongan umur 15-44 tahun dimana laki-laki berjumlah 291.616 dan perempuan berjumlah 289.579. Perbandingan jumlah penduduk menurut jenis kelamin tahun 2016, laki- laki sebesar 603.069 dan perempuan sebesar 602.732.

5.  Angka Beban Tanggungan

Berdasarkan jumlah penduduk menurut kelompok umur, maka angka beban tanggungan (dependency ratio) penduduk Kabupaten Jepara didapat dari perbandingan antara penduduk usia yang tidak produktif (usia 0-14 dan usia 65 tahun keatas) dan usia produktif (usia 15-64 tahun) dikali 100. Tahun 2016 angka beban tanggungan 48,37 hal ini berarti bahwa setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 48 atau 49 penduduk usia yang tidak produktif.